loading...

Showing posts with label Investasi Emas. Show all posts
Showing posts with label Investasi Emas. Show all posts

Keuntungan Investasi Emas

Keuntungan Investasi Emas
Keuntungan Investasi Emas
1. Tidak Ada Counterparty Risk Dalam Emas.
Ketika Anda memegang Emas, Anda memegang Tangible Asset yang tidak tergantung pada orang lain. Tangible Asset dalam genggaman Anda ini menjadi semakin penting pada saat krisis keuangan melanda. Tanyakan pada orang yang menaruh uang di Lehman Brothers (Amerika) misalnya. Juga pada orang yang mengalami krisis finansial yang serius di negaranya, maka Anda akan tahu betapa pentingnya Tangible Asset berupa Emas ini.

2. Konsistensi Daya Beli.
Katakanlah harga Emas turun dari US$ 1.000/oz menjadi US$ 500/oz, pastilah harga komiditi yang lain seperti gandum, minyak, dsb juga ikut turun. Statistik berabad-abad menunjukkan adanya korelasi yang nyata antara harga Emas dengan harga komoditi-komoditi yang dibutuhkan manusia.
Jadi seandainya harga Emas turun, Anda juga tidak mengalami penurunan dalam kekayaan Anda, karena Anda akan tetap dapat membeli barang-barang sama banyaknya seperti ketika harga Emas sebelum turun. Makanya Emas disebut ZERO INFLATION.

Emas sebagai Sarana Investasi

Gold Invesment
Investasi Emas
Pada umumnya orang memilih berinvestasi dalam bentuk emas untuk memperoleh keuntungan dalam jangka panjang. Hal ini disebabkan pertambahan nilai dari emas dinilai tidak terlalu besar dalam jangka pendek dibandingkan dengan investasi di bursa saham misalnya.

Tapi ada periode-periode tertentu dimana investasi emas dalam jangka pendek menghasilkan return yang lebih tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan investasi di bursa saham dan deposito atau obligasi. Sebagai contoh, dari awal September hingga pertengahan oktober 2009, harga emas telah naik lebih dari 10%. Nilai ini jauh lebih tinggi dari keuntungan yang bisa diperoleh dari deposito misalnya. Mengingat pada saat yang sama, suku bunga SBI dipatok hanya sebesar 6,5% per tahun. Jadi keuntungan dari investasi emas dalam satu bulan pada periode tersebut masih lebih tinggi daripada keuntungan yang bisa didapat dari deposito selama satu tahun.

Walau demikian, kita mesti menyadari bahwa harga emas pun tidak selamanya naik. Ada masa-masa tertentu pula dimana harga emas mengalami penurunan yang cukup signifikan. Kita bisa melihat bahwa walaupun harga emas bisa naik dan turun, tetapi dalam jangka panjang selalu memiliki kecenderungan untuk meningkat. Harga emas saat ini telah mengalami kenaikan lebih dari 300% dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu. Kalau kita rata-ratakan, berarti harga emas telah mengalami kenaikan lebih dari 30% tiap tahun.

Nilai kenaikan ini jelas lebih tinggi dari tingkat rata-rata inflasi di Indonesia pada periode yang sama. Jadi jelas lah bahwa emas memang terbukti bisa menjadi sarana yang baik bukan hanya untuk menghindari inflasi, tetapi juga menjadi sarana investasi yang menguntungkan.